Karya Literasi
  • Buku dengan judul  MEMBANGUN SANG BINTANG “KAIH” 

Buku ini merupakan gerakan inisiatif dari Kemendikdasmen RI yang dituangkan dalam berbagai karya puisi oleh guru dan siswa, dengan tujuan membentuk generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat. Gerakan ini menekankan pentingnya menginternalisasi tujuh kebiasaan positif sejak dini agar menjadi jati diri, bukan sekadar rutinitas.

Ketujuh kebiasaan tersebut, seperti yang tercermin dalam puisi-puisi di buku tersebut, meliputi:

  • Bangun Pagi: Menunjukkan kedisiplinan dan kesiapan menyambut hari dengan semangat untuk menjemput prestasi.
  • Beribadah: Landasan spiritual untuk hati yang tenang, jiwa yang suci, dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
  • Berolahraga: Menjaga kesehatan fisik, kebugaran tubuh, dan semangat juang agar badan sehat dan pikiran ceria.
  • Makan Sehat dan Bergizi: Fondasi pertumbuhan optimal untuk energi dan kecerdasan, serta menjaga imun tubuh.
  • Gemar Belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan wawasan luas sebagai bekal meraih cita-cita dan masa depan yang cerah.
  • Bermasyarakat: Menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian, dan sikap gotong royong sebagai bagian dari warisan bangsa.
  • Tidur Cepat: Menghargai waktu istirahat untuk memulihkan energi, menjaga kesehatan mental, dan memastikan kesiapan untuk hari esok.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait